
Hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram merupakan salah satu momentum agung dalam kalender Islam. Di hari yang penuh berkah ini, para ulama menganjurkan umat Muslim untuk memperbanyak amal saleh guna mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam tradisi fikih-tasawuf mazhab Syafi’i, salah satu rujukan populer yang merangkum amalan hari Asyura adalah Kitab I’anatut Thalibin (Juz 2, Halaman 267) karya Syaikh Al-Allamah Sayyid Bakri Syatha ad-Dimyathi. Beliau menukil bait syair dari Syaikh Al-Ajhuri yang merangkum 12 amalan utama di hari Asyura.
Bait Syair 12 Amalan Asyura
صُمْ صَلِّ صِلْ زُرْ عَالِمًا عُدْ وَاكْتَحِلْ * وَامْسَحْ رَأْسَ يَتِيمٍ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ
وَسِّعْ عَلَى الْعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرًا وَقُلْ * سُورَةَ الْإِخْلَاصِ أَلْفًا تَسْتَقِلْ
Penjelasan 12 Amalan Hari Asyura
Berikut adalah penjabaran 12 amalan berdasarkan bait syair di atas, disusun berurutan rapi dari sebelah kiri:
- Shum (Berpuasa) – صُمْ : Menjalankan puasa hari Asyura. Dianjurkan juga digandeng dengan puasa Tasu’a (9 Muharram) atau tanggal 11 Muharram.
- Shalli (Shalat Sunah) – صَلِّ : Memperbanyak shalat sunah mutlak, shalat hajat, atau shalat tasbih pada hari tersebut.
- Shil (Silaturahmi) – صِلْ : Menyambung tali silaturahmi kepada keluarga, kerabat, dan tetangga dekat.
- Zur ‘Aaliman (Ziarah Ulama) – زُرْ عَالِمًا : Mengunjungi orang alim atau ulama untuk meminta nasehat serta berkah doa mereka.
- ‘Ud (Menjenguk Orang Sakit) – عُدْ : Datang menjenguk kerabat atau sesama muslim yang sedang terbaring sakit.
- Wakhtahil (Memakai Celak) – وَاكْتَحِلْ : Memakai celak mata sebagai bentuk tafa’ul (mengharap kebaikan) agar dijaga penglihatannya oleh Allah.
- Wamsah Ra’sal Yatiim (Menyantuni Anak Yatim) – وَامْسَحْ رَأْسَ يَتِيمٍ : Mengusap kepala anak yatim yang bermakna mengasihi, menyayangi, dan memberikan santunan riil kepada mereka.
- Tashaddaq (Bersedekah) – تَصَدَّقْ : Menyisihkan sebagian harta untuk membantu fakir miskin dan orang yang membutuhkan.
- Waghtasil (Mandi) – وَاغْتَسِلْ : Mandi sunah pada hari Asyura untuk menjaga kebersihan diri sebelum melaksanakan berbagai rangkaian ibadah.
- Wassi’ ‘alal ‘Iyaal (Melapangkan Nafkah Keluarga) – وَسِّعْ عَلَى الْعِيَالِ : Melebihkan uang belanja atau menyediakan hidangan yang lebih istimewa dari hari biasanya untuk menyenangkan hati keluarga.
- Qallim Dhufra (Memotong Kuku) – قَلِّمْ ظُفْرًا : Merapikan diri dan memotong kuku sebagai bentuk menjaga fitrah kebersihan tubuh.
- Wa Qul Suuratal Ikhlaashi Alfan (Membaca Surah Al-Ikhlas 1.000 Kali) – وَقُلْ سُورَةَ الْإِخْلَاصِ أَلْفًا : Mengisi hari Asyura dengan zikir khusus, yaitu membaca surah Al-Ikhlas sebanyak seribu kali.
Landasan Hadis Penguat Amalan Asyura
Beberapa amalan utama di atas didasarkan pada hadis-hadis Nabi SAW yang kuat dan masyhur:
1. Keutamaan Puasa Asyura (Menghapus Dosa Setahun)
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
“Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar ia dapat menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim, no. 1162)
2. Anjuran Puasa Tasu’a (9 Muharram)
لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ
“Sungguh jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Tasu’a).” (HR. Muslim, no. 1134)
3. Keutamaan Melapangkan Nafkah Keluarga
مَنْ وَسَّعَ عَلَى أَهْلِهِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ سَائِرَ سَنَتِهِ
“Barangsiapa yang melapangkan (nafkah/rezeki) bagi keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan melapangkan rezekinya di sepanjang tahun itu.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, no. 3515)
Kesimpulan
Menurut para guru sufi mazhab Syafi’i, pilar utama dari hari Asyura adalah puasa, bertobat, bersedekah, serta membahagiakan anak yatim dan keluarga. Sementara amalan fisik lainnya (seperti memotong kuku dan mandi) diniatkan sebagai bagian dari kebersihan ritual guna menyambut hari mulia ini dengan kondisi terbaik.
Semoga kita semua diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk mengamalkan anjuran para ulama ini dan meraih keberkahan di bulan Muharram. Wallahu a’lam bish-shawab.
TERIMAKASIH SARANNYA USTADZ SEMOGA BISA MENGAMALKAN DI BULAN MUHARRAM TAHUNI INI.
Alhamdulillah