Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, KUA Larangan dan Masjid Nurul Huda Pancas Bersinergi Benteng Generasi Muda

PAMEKASAN – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Larangan bersama Takmir Masjid Jami’ Nurul Huda Pancas, Desa Larangan Dalam, Kabupaten Pamekasan, menyelenggarakan kegiatan pembinaan keagamaan. Acara yang dilaksanakan pada Jumat, 10 Juli 2026 ini menjadi bukti nyata sinergi dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama serta membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlakul karimah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan ibadah Shalat Jumat berjamaah yang dipimpin langsung oleh K. Holis Hendri sebagai imam sekaligus khatib. Dalam khutbahnya yang penuh keteduhan, beliau mengajak seluruh jamaah untuk merefleksikan momen pergantian tahun ini.

“Mari kita jadikan Tahun Baru Islam 1448 H ini sebagai momentum emas untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, ketakwaan, serta meningkatkan kepedulian sosial antar sesama,” ujar K. Holis Hendri di hadapan para jamaah.

Penguatan Sinergi untuk Keluarga Sakinah

Selepas pelaksanaan Shalat Jumat, acara dilanjutkan dengan sesi pembinaan keagamaan. Kepala KUA Kecamatan Larangan, KH. Mudenar Nasrullah, dalam sambutannya menegaskan pentingnya mempererat tali silaturahmi dan kolaborasi antar-lembaga.

Beliau memaparkan bahwa keharmonisan wilayah dimulai dari sinergi yang kuat antara KUA, masjid, tokoh agama, serta elemen masyarakat. “Ini adalah kunci utama dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, masyarakat yang rukun, serta melahirkan generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia,” tutur KH. Mudenar Nasrullah.

Edukasi Fikih Kontemporer: Metode Rashdul Kiblat & Keharmonisan Rumah Tangga

Sesi inti pembinaan keagamaan ini menghadirkan dua materi yang sangat relevan dan aplikatif bagi kehidupan sehari-hari kaum muslimin:

  1. Akurasi Arah Kiblat: K. Anwari Ahmad mengupas tuntas pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai salah satu syarat sah pelaksanaan salat. Beliau membekali jamaah dengan pengetahuan praktis mengenai metode Rashdul Kiblat agar masyarakat dapat mengukur dan memastikan sendiri kebenaran arah kiblat di rumah maupun mushala masing-masing.
  2. Ketahanan Keluarga: Sementara itu, K. Ainullah menyampaikan materi krusial mengenai fondasi kehidupan rumah tangga. Beliau menekankan pentingnya membangun keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah, wa rahmah, dengan senantiasa berorientasi pada kemaslahatan bersama sesuai tuntunan syariat Islam.

Benteng Generasi Muda dari Ancaman Zaman

Di akhir sesi, forum pembinaan ini memberikan perhatian khusus pada tantangan zaman yang kian kompleks. KUA dan Pengurus Masjid Jami’ Nurul Huda Pancas menyampaikan imbauan tegas kepada para orang tua, tokoh masyarakat, dan generasi muda untuk memperkuat benteng pendidikan agama, akhlak, dan karakter.

Masyarakat diajak bersama-sama melakukan pengawasan, pembinaan, serta memberikan keteladanan yang baik guna mencegah penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan bangsa. Selain itu, kolaborasi ini juga menekankan pentingnya menghindarkan para remaja dari pergaulan bebas dan perilaku asusila di luar pernikahan.

Sinergi antara lingkungan keluarga, KUA, masjid, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas menjadi kunci utama dalam mencetak generasi yang berimen, berilmu, berakhlakul karimah, serta mampu menjaga kehormatan diri, keluarga, agama, dan bangsa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan ukhuwah Islamiyah di wilayah Kecamatan Larangan semakin erat, pemahaman keagamaan masyarakat semakin meningkat, serta membawa keberkahan dan kedamaian di sepanjang Tahun Baru Islam 1448 Hijriah demi terwujudnya masyarakat yang religius, harmonis, aman, dan sejahtera.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top