- MASJID NURUL HIDAYAH 1 TANA MERA LARANGAN DALAM LARANGAN PAMEKASAN
- Deskripsi
Sejarah Berdirinya Masjid NURUL HIDAYAH 1
Masjid ini berdiri pada Januari 2001 sebagai wujud keinginan masyarakat untuk memiliki sebuah masjid yang letaknya lebih dekat dengan permukiman. Sebelum masjid ini dibangun, masyarakat harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk melaksanakan salat berjamaah maupun mengikuti berbagai kegiatan keagamaan. Keinginan tersebut kemudian menjadi tekad bersama untuk mendirikan sebuah masjid yang dapat menjadi pusat ibadah dan pembinaan umat.
Pada tahun 2000, pembangunan masjid mulai dirintis atas inisiatif H. Sukardi yang mengajak masyarakat bergotong royong mewujudkan cita-cita tersebut. Sebagai tanda dimulainya pembangunan, peletakan batu pertama dilaksanakan pada tahun 2000 oleh KH. Lutfi Toha, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Sumber Gayam. Beliau juga menjadi pembina pertama masjid, memberikan bimbingan agar masjid berkembang sebagai pusat ibadah, pendidikan Islam, dan pembinaan masyarakat.
Masjid ini berdiri di atas tanah yang pada awalnya merupakan milik Bapak Rampati. Selanjutnya tanah tersebut diberikan kepada Muti, kemudian diwakafkan oleh Ibu Niwati (Bukhatimah binti Maryono) sehingga menjadi tanah wakaf yang dipergunakan untuk kepentingan umat Islam.
Seluruh proses pembangunan masjid dibiayai melalui swadaya dan gotong royong masyarakat. Dana pembangunan berasal dari infak, sedekah, dan sumbangan sukarela warga. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama hingga masjid dapat berdiri dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Karena letaknya berada dekat perbatasan Desa Pagendingan dan Desa Larangan Luar, jamaah masjid tidak hanya berasal dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari berbagai desa di sekitarnya. Masjid ini menjadi pusat ibadah dan kegiatan keagamaan yang mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga.
Dalam perjalanan kepengurusan, masjid telah dipimpin oleh beberapa takmir. KH. Mohammad Sayyad merupakan takmir pertama yang memimpin dan memakmurkan kegiatan masjid. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Ustaz Mohammad Jufri sebagai takmir kedua, sebelum akhirnya diteruskan oleh H. Sukardi, yang terus mengembangkan berbagai program keagamaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Hingga saat ini, masjid secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan, antara lain:
- Khatmil Al-Qur’an setiap Jumat Legi sebagai kegiatan bulanan.
- Kolom Remaja Masjid setiap malam Rabu pada minggu pertama setiap bulan.
- Istighasah setiap malam Jumat yang diikuti oleh pengurus dan masyarakat sekitar.
- Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahun.
- Istighasah Kubra setiap 1 Muharram sebagai doa bersama menyambut Tahun Baru Islam.
Selain menjadi tempat ibadah, masjid juga menyediakan berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan jamaah, seperti area parkir yang luas, kamar mandi dan tempat wudu yang memadai, fasilitas air minum yang dilengkapi kulkas, serta pelayanan peminjaman atau penyewaan tarub, antrak, dan scaffolding dengan sistem infak atau seikhlasnya. Hasil dari pelayanan tersebut dimanfaatkan kembali untuk mendukung operasional dan kemakmuran masjid.
Dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan keikhlasan masyarakat, masjid ini terus berkembang menjadi pusat ibadah, pendidikan Al-Qur’an, pembinaan generasi muda, serta berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Diharapkan masjid ini senantiasa menjadi sumber keberkahan bagi masyarakat serta menjadi amal jariyah bagi para wakif, pengurus, dan seluruh jamaah yang telah berkontribusi dalam pembangunan dan kemakmurannya.
Lokasi Masjid di Google Maps
Berkas Masjid (Macam-macam Piagam Sertifikat, dan berkas lainnya)