- MASJID NURUL ABIDIN DUSUN BULU DESA LARANGAN LUAR KEC. LARANGAN KAB. PAMEKASAN
- Deskripsi
Sejarah Berdirinya Masjid Nurul Abidin
Dari Musholla Sederhana Menuju Rumah Allah yang Megah
Berdirinya Masjid Nurul Abidin tidak lepas dari jalinan niat suci, keikhlasan, dan semangat gotong royong masyarakat dalam mewujudkan tempat ibadah yang layak. Perjalanan panjang ini dimulai dari sebuah tempat ibadah kecil yang sarat akan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan, yaitu sebuah musholla.
1. Awal Mula dan Wakaf Tanah oleh Kyai Zainal Abidin
Cikal bakal masjid ini bermula dari kepedulian mendalam seorang tokoh agama, Kyai Zainal Abidin. Melihat kebutuhan warga sekitar akan hadirnya tempat ibadah dan pusat penyiaran agama Islam yang lebih dekat, beliau dengan segala keikhlasannya menghibahkan sebidang tanah milik pribadinya sebagai tanah wakaf. meskipun sampai laporan ini dibuat tanah ini belum diwakafkan secara resmi.
Di atas tanah wakaf inilah, sebuah musholla didirikan. Musholla ini menjadi saksi bisu awal mula syiar Islam di wilayah ini, tempat di mana gema azan pertama kali berkumandang, shalat berjamaah ditegakkan, dan anak-anak mulai belajar membaca serta mengkaji Al-Qur’an.
2. Babak Baru: Pembangunan Masjid (Tahun 2017)
Seiring berjalannya waktu, perkembangan jumlah jemaah kian pesat. Musholla yang ada tidak lagi mampu menampung antusiasme warga dalam beribadah, terutama saat pelaksanaan Shalat tarawih dan hari-hari besar umat Islam. Menanggapi kebutuhan tersebut, para tokoh masyarakat, ulama, dan warga sepakat untuk meningkatkan status musholla menjadi sebuah masjid yang lebih luas dan representatif. karena masjid yang ada sangat jauh dari pemukiman warga.
Pada tahun 2017, peletakan batu pertama dilakukan oleh H. Shiddiq sebagai tanda dimulainya proses pembinaan dan pembangunan Masjid Nurul Abidin. Proses pembangunan ini menjadi momentum pemersatu warga. Keringat, materi, pikiran, dan doa mengalir tak henti dari berbagai pihak yang mendambakan terbangunnya rumah Allah ini.
3. Peresmian dan Pemanfaatan (Tahun 2019)
Setelah melalui proses pembangunan selama kurang lebih satu tahun yang penuh dengan perjuangan dan kebersamaan, bangunan megah yang diimpikan itu akhirnya berdiri tegak.
Pada tahun 2019, Masjid Nurul Abidin secara resmi diresmikan oleh KH. Afifuddin Thoha. Peresmian ini menandai babak baru bagi syiar Islam di lingkungan kita. Masjid ini kini tidak hanya berdiri kokoh secara fisik, tetapi juga diharapkan semakin kokoh secara maknawi melalui padatnya kegiatan ibadah, kajian keislaman, dan pemberdayaan umat.
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki…” (QS. Al-Baqarah: 261)
Semoga amal jariyah dari Kyai Zainal Abidin, para donatur, panitia pembangunan, serta seluruh warga yang telah menyumbangkan tenaga dan hartanya, diterima oleh Allah SWT dan menjadi aliran pahala yang tidak pernah terputus. Amin Ya Rabbal Alamin.
kegiatan-kegiatannya :
- Belajar baca al Qur’an.
- Belajar syariat islam
- PHBI
- sholat tarawih
- Sholat Jumat
- Sholat maktubah
Lokasi Masjid di Google Maps
Berkas Masjid (Macam-macam Piagam Sertifikat, dan berkas lainnya)