- Masjid Nurul Hidayah Polay Blumbungan Larangan Pamekasan
- Deskripsi
Sejarah Singkat Masjid Nurul Hidayah: Pusat Syiar Islam di Dusun Polay
Masjid Nurul Hidayah berdiri pada tahun 1990 atas inisiatif murni dari masyarakat setempat. Langkah ini diambil karena pada saat itu, di wilayah Dusun Polay belum terdapat satu pun bangunan masjid. Sejak awal berdiri hingga saat ini, masjid ini dipimpin oleh K. Ach Zubairi, Dmy. selaku Pendiri dan Ketua Takmir.
Secara administratif, Masjid Nurul Hidayah beralamat di Dusun Polay RT. 004 RW. 010, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Menariknya, pada masa lampau, masyarakat luar lebih mengenal masjid ini dengan julukan Masjid “Karang Sokon”, karena di lingkungan sekitar masjid tumbuh banyak pohon Sokon.
Perkembangan dan Renovasi Bangunan
Dalam perjalanannya, bangunan fisik Masjid Nurul Hidayah telah melewati dua fase renovasi besar demi kenyamanan jemaah:
1. Renovasi Pertama (Tahun 1991)
Sebelum menjadi bangunan permanen, tempat ibadah ini awalnya berbentuk menyerupai mushala sederhana, atau dalam bahasa Madura dikenal dengan istilah “Kobhung”. Bangunan awal tersebut terbuat dari kayu dan bambu seadanya, yang merupakan sumbangan sukarela dari salah seorang warga setempat.
Melalui pengorbanan, gotong royong, dan perjuangan berat masyarakat yang penuh lika-liku, pada tahun 1991 Kobhung tersebut akhirnya berhasil diperlebar dan direnovasi total untuk pertama kalinya menjadi bangunan bertembok permanen.
2. Renovasi Kedua (Tahun 2015)
Setelah kurang lebih 25 tahun berlalu sejak renovasi pertama, kondisi fisik masjid seperti atap, kayu, asbes, dan kaca mulai mengalami kerusakan serius. Tepat pada tahun 2015, renovasi kedua dilakukan secara menyeluruh.
Pada fase ini, struktur bangunan mulai didominasi oleh konstruksi cor dan tembok yang kokoh. Kendati demikian, bagian pintu masjid sengaja tetap dipertahankan menggunakan material kayu karena alasan kenyamanan bagi para jemaah maupun santri yang beribadah dan mengaji di sana, baik siang maupun malam.
Nilai Perjuangan: Masjid Nurul Hidayah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol pemersatu hati, kesetaraan, dan gotong royong warga Dusun Polay dalam mensyiarkan agama Islam.
Agenda dan Kegiatan Rutin Masjid Nurul Hidayah
Sebagai pusat peribadatan dan pembinaan umat di Dusun Polay, Masjid Nurul Hidayah aktif menghidupkan syiar Islam melalui berbagai program kegiatan yang terstruktur berikut ini:
1. Kegiatan Harian
- Shalat 5 Waktu Berjamaah: Diikuti oleh seluruh santri dan jemaah sekitar.
- Mengaji Al-Qur’an Ba’da Maghrib: Khusus diikuti oleh para santri.
- Tadarrus Al-Qur’an Pagi: Diikuti oleh santri dan jemaah.
2. Kegiatan Mingguan
- Tahlil Ba’da Maghrib: Diikuti oleh santri dan jemaah.
- Pembacaan Burdah (Malam Ahad): Khusus diikuti oleh santri.
- Praktek Ibadah & Menghafal Aqidatul Awam / Aqoid 50 (Malam Selasa): Khusus diikuti oleh santri.
- Khatmil Qur’an (Kamis Sore): Diikuti oleh santri dan jemaah.
3. Kegiatan Bulanan
- Istighasah & Shalawat Banjari: Dilaksanakan setiap malam Kamis.
- Khatmil Qur’an Kubro: Dilaksanakan setiap malam Jum’at Kliwon.
4. Kegiatan Tahunan (Hari Besar Islam)
- Istighasah menyambut Tahun Baru Hijriah.
- Santunan anak yatim/dhuafa pada 10 Muharram.
- Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
- Istighasah bersama pada malam Nisfu Sya’ban.
- Gladi bersih dan persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.
- Gema Takbiran bersama pada malam Idul Fitri dan Idul Adha.
Komitmen Memakmurkan Masjid di Era Modern
Dalam rangka memakmurkan masjid, K. Ach Zubairi, Dmy. selaku Ketua Takmir terus bergerak sinergis bersama seluruh pengurus organisasi Masjid Nurul Hidayah. Di bawah kepemimpinan beliau, berbagai program keagamaan, pendidikan, dan kemasyarakatan terus dikembangkan secara adaptif.
Ikhtiar ini dilakukan demi memastikan Masjid Nurul Hidayah tetap kokoh berdiri sebagai pusat pembinaan karakter umat dan benteng penguatan nilai-nilai Islam di tengah tantangan masyarakat era modern.
Lokasi Masjid di Google Maps
Berkas Masjid (Macam-macam Piagam Sertifikat, dan berkas lainnya)