- Masjid Nurul Huda Pancas Larangan Dalam Larangan Pamekasan
- Deskripsi
Masjid ini didirikan pada tahun 1975 sebagai pendiri dan takmir pertama adalah K Jamhari, bangunan berupa semacam kobung (non tembok total kayu),
Pada tahun 1982 kepala desa Larangan B Rebu berinisiatif merehab bangunan masjid secara gotong royong yang asalnya berupa bangunan kobung direncanakan bangunan tembok yang alhamdulillah rencana tersebut terealisasi dengan baik dan bangunan masjid selesai dalam waktu dua bulan.
Pada tahun 2007 semasa K Anwarul Ma’arif masjid ini direhab kembali dan alhamlillah dalam jangka 2 tahun selesai,
Sejarah Singkat Masjid Jami’ Nurul Huda
Masjid Jami’ Nurul Huda yang terletak di Dusun Pancas, Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, merupakan salah satu pusat ibadah dan syiar Islam yang memiliki sejarah panjang serta penuh perjuangan.
Masjid ini didirikan pada tahun 1975 atas prakarsa dan perjuangan K. Jamhari yang menjadi pendiri sekaligus takmir pertama. Pada awal berdirinya, bangunan masjid masih sangat sederhana, berupa kobung yang seluruhnya terbuat dari kayu tanpa dinding tembok permanen. Meski sederhana, masjid ini telah menjadi tempat masyarakat menunaikan ibadah dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
Pada tahun 1982, Kepala Desa Larangan, Bapak Rebu, berinisiatif mengajak masyarakat untuk bergotong royong merehabilitasi masjid. Dengan semangat kebersamaan dan kerja sama yang tinggi, bangunan kobung tersebut kemudian diubah menjadi bangunan tembok yang lebih kokoh dan layak. Alhamdulillah, pembangunan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan.
Perjalanan pembangunan masjid berlanjut pada tahun 2007. Di masa kepengurusan K. Anwarul Ma’arif, masjid kembali direhabilitasi guna meningkatkan kenyamanan jamaah dan memperindah bangunan. Berkat dukungan masyarakat dan para dermawan, proses pembangunan berjalan lancar dan selesai dalam kurun waktu dua tahun.
Selain sebagai tempat pelaksanaan ibadah, Masjid Jami’ Nurul Huda juga berperan sebagai pusat pendidikan dan dakwah Islam. Berbagai kegiatan keagamaan diselenggarakan secara rutin, seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Majelis Taklim, pengajian, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Estafet perjuangan dan pengabdian dalam memakmurkan masjid kemudian dilanjutkan oleh K. Amirul Anam, S.Pd.I, yang hingga saat ini mengemban amanah sebagai pengasuh sekaligus takmir Masjid Jami’ Nurul Huda. Di bawah kepemimpinan beliau, berbagai program keagamaan, pendidikan, dan kemasyarakatan terus dikembangkan demi menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.
Dengan sejarah yang panjang, semangat gotong royong yang kuat, serta dukungan masyarakat yang berkesinambungan, Masjid Jami’ Nurul Huda terus berdiri kokoh sebagai simbol persatuan, tempat ibadah, pusat pendidikan Islam, dan sarana dakwah bagi generasi masa kini maupun generasi yang akan datang.
Selain sebagai tempat ibadah masjid juga sebagai tempat kegiatan pendidikan dan dakwah Islam, seperti TPQ dan Majelis Taklim

Lokasi Masjid di Google Maps
Berkas Masjid (Macam-macam Piagam Sertifikat, dan berkas lainnya)