Masjid Nurud Dhalam – Kaduara Barat

No Piagam
Nama Masjid
:
MASJID NURUD DHALAM
Ketua Takmir
:
KH AHNAN
Tahun Berdiri
:
Jum'at, 04 Jum. Awwal 1432/08 April 2011
Luas Bangunan
:
281 M²
Luas Tanah Wakaf
:
320 M2
No Akta Ikrar Wakaf
:
WT.3/300/05/07/2025
Nama Wakif
:
H. Amin Masyhudi Qudsi, Sanusi Pak Sajurih
Nama Nadzir
:
AHNAN
Sertifkat Tanah
:
12.16.000033333.0
Akurasi Arah Kiblat
Arah Kiblat
:
293,82°
Arah Bangunan Masjid
:
293,82°
Selisih
:
0
Alamat

Masjid Nurud Dhalam dibangun pada tahun 2011 melengkapi beberapa masjid yang sudah berdiri sebelumnya di desa Kaduara Barat.

Berdirinya masjid ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan beberapa jamaah musholla Kyai Matningram yang sudah tidak mampu lagi untuk menampung luapan jamaah yang dari tahun ke tahun semakin membludak.

Hal lain yang menyebabkan pembangunan masjid ini sangat dibutuhkan adalah masyarakat dusun Lembanah Barat yang bermukim di ujung dusun paling timur dalam melaksanakan shalat Jum’at terpecah menjadi tiga kelompok. Faktor penyebabnya adalah karena jauhnya lokasi masjid Nurul Yaqin yang terletak di dusun Lembanah Timur di ujung barat.

Kelompok pertama adalah mereka yang tetap melaksanakan shalat ke masjid Nurul Yaqin walaupun terasa agak jauh.

Kelompok kedua, justru ada yang melaksanakan shalat Jum’at lintas kabupaten yaitu di masjid Istikmal yang terletak di desa Kaduara Timur yang sudah masuk wilayah Kabupaten Sumenep.

Kelompok terakhir ada yang melaksanakan shalat Jum’at di masjid Nurul Huda yang berlokasi di desa Kertagena Laok, Kadur.

Dengan latar belakang di atas, pada tanggal 16 September 2010 yang bertempatan dengan tanggal 06 Syawal 1431 hijriah, bertempat di mushalla Nurul Jihad dusun Lembanah Barat diadakan musyawarah bersama warga sekitar yang menghasilkan susunan panitia khusus untuk pembangunan masjid yang selanjutnya diberi nama masjid Nurud Dhalam.

Lokasi yang dipilih untuk pembangunan masjid ini adalah tanah milik H. Amin Masyhudi Qudsi dan Sanusih Pak Sajurih yang pada saat itu masih berupa sebidang tanah yang dipenuhi dengan semak belukar.

Sebenarnya pilihan lokasinya ada dua. Namun lokasi pertama yang terletak di sebelah utara lokasi yang sekarang, dipandang terlalu sempit untuk bangunan masjid. Tetapi, untuk tidak membatalkan niat orang yang sudah ingin menjariyahkan tanahnya, lokasi tersebut kini diperuntukkan perumahan takmir dan keluarganya dengan status hibah menjadi tanah pribadi.

Sekitar akhir tahun 2015 masjid ini rampung pembangunannya, jajaran ta’mir dan panitia tidak serta merta langsung melaksanakan kegiatan shalat Jum’at. Hal ini berkenaan dengan _ewuh pakewuh_ dengan masjid sekitar tempat para jamaah melaksanaka shalat sebelumnya. Proses ijin _billisan_ dilakukan dengan ta’mir masjid sekitar. Setelah mendapatkan lampu hijau, maka pada hari Jum’at Kliwon, 20 Rabiul Awwal 1437 yang bertepatan dengan tanggal 01 Januari 2016, shalat Jum’at perdana di Masjid Nurud Dhalam dilaksakan dengan penuh semangat dan rasa haru.

Adapun kegiatan-kegiatan keagamaan di masjid ini, selain untuk shalat berjamaah lima waktu, juga untuk kegiatan-kegiatan keagamaan yang lain seperti PHBI, halaqah khatmil Qur’an, dan majelis ta’lim al-Qur’an untuk anak-anak dan remaja.

Selain itu terdapat kegiatan tahunan yang dilaksakan sebelum masjid ini rampung pembangunannya dan tetap dilaksanakan hingga memasuki tahun yang ke-16 adalah kegiatan penyembelihan hewan qurban. Kegiatan yang dimulai dengan penyembelihan empat sampai lima ekor kambing ini, kini sudah beralih dengan penyembelihan qurban beberapa ekor sapi.

Akurasi arah kiblat bangunan masjid ini diperkirakan  sangat akurat setelah dikalibrasi dengan google earth pada tanggal 28 November 2025, posisi bangunan masjid sebagaimna gambar di bawah ini

 

Lokasi Masjid di Google Maps
Scroll to Top